makanan yg telah dicerna oleh pepsin
Disini makanan dicerna dengan bantuan enzim pencernaan pepsin yang dihasilkan oleh abomasum. 8. Usus Halus dan Anus: Setelah makanan telah halus, dari ruang abomasum makanan tersebut kemudian didorong masuk ke usus halus. Di organ inilah sari-sari makanan diserap dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Sistemkami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS makanan yang telah dicerna oleh
Penceraanmakanan ialah proses pengloahan makanan dari ukuran besar ke ukuran kecil Lalu makanan yg telah hancur atau sudah menjadi kecil di absorsi ke dalamdarah atau limfe Proses pencernaan makanan di bagi menjad dua proses Yaitu : 1. Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein
Katayang mempunyai rima sama dengan pepton. Daftar yang berima seperti pepton.
PELATIHMENGUKUR KECEPATAN PELARINYA MENGGUNAKAN STOPWACH LAMA WAKTU PELARI YG DITUNJUKAN OLEH STOPWATCH ADALAHA. 2,133 DETIKB. 1,160 DETIKC. 638 D ETIKD. 573 DETIKMAPEL ; IPA KELAS : 7 Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper.
Sites De Rencontres Gratuits Pour Séniors. “Untuk dapat mencerna protein, tubuh membutuhkan enzim pepsin. Terlebih, protein adalah salah satu zat yang sangat penting untuk menjaga tubuh tetap berfungsi dengan normal. Namun, apa saja sih yang dapat terjadi saat tubuh kekurangan atau kelebihan enzim ini? Penting untuk mengetahuinya.” Halodoc, Jakarta – Makanan yang masuk ke tubuh perlu dicerna agar dapat menjadi nutrisi, sehingga tubuh memiliki energi. Nutrisi dari makanan juga sangat penting untuk pertumbuhan, perbaikan sel, dan masih banyak lagi. Untuk mencerna makanan, tubuh membutuhkan enzim pepsin agar protein yang masuk ke tubuh dapat dipecah menjadi kecil-kecil. Memang enzim ini memiliki fungsi yang sangat penting. Namun, apa yang terjadi jika tubuh mengalami kekurangan atau kelebihan enzim pepsin? Ketahui segala hal yang terjadi pada ulasan berikut! Baca juga Kenali Macam-Macam Enzim dalam Lambung Dampak Buruk Akibat Kekurangan atau Kelebihan Enzim Pepsin Pepsin adalah salah satu dari tiga protease utama dalam sistem pencernaan manusia yang berguna untuk mencerna protein. Enzim pepsin dapat secara efektif memecah ikatan peptida antara asam amino hidrofobik dan asam amino aromatik. Pepsin berguna memecah protein menjadi peptida dan asam amino yang akhirnya diserap oleh usus kecil. Enzim pepsin dalam jumlah kecil juga dapat mengalir dari perut ke dalam aliran darah yang berguna sebagai pemecah beberapa bagian yang tidak tercerna oleh usus kecil. Tentu saja enzim ini memiliki fungsi yang vital untuk pencernaan dan penyerapan protein sebagai sumber tenaga tubuh. Namun, ada beberapa gangguan yang dapat terjadi saat tubuh kekurangan atau kelebihan enzim pepsin. Apa sajakah gangguan tersebut? Nah, berikut beberapa masalah yang dapat terjadi 1. Tukak Lambung Salah satu gangguan yang dapat terjadi saat enzim pepsin di dalam lambung terlalu banyak adalah tukak lambung. Hal ini terjadi saat pelindung lambung tidak dapat menahan serangan dari campuran asam lambung dan enzim pepsin yang menyebabkan luka pada dinding lambung. Maka dari itu, sangat penting untuk mengurangi asam lambung berlebih pada lambung yang dapat disebabkan oleh beberapa kebiasaan buruk, seperti merokok atau mengonsumsi alkohol. Baca juga Kenali 3 Fungsi Enzim pada Lambung 2. Tubuh Kekurangan Protein Saat tubuh kekurangan enzim pepsin, protein yang masuk ke tubuh sulit terurai menjadi lebih kecil dan akhirnya menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan dari protein. Jika masalah ini terus dibiarkan, pengidapnya dapat mengalami malnutrisi. Maka dari itu, jika tubuh kamu mengalami penurunan berat badan tanpa sebab dan gejala kekurangan protein lainnya, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Nah, kamu bisa melakukan pemeriksaan terkait segala masalah yang terjadi pada tubuh di rumah sakit melalui Halodoc. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendapatkan penanganan awal agar segala komplikasi berbahaya dapat dicegah. Untuk pemesanan pemeriksaannya, download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Baca juga 6 Penyakit Akibat Kekurangan Enzim Selain dua masalah tersebut, enzim pepsin ternyata juga dapat menjadi penyebab terjadinya GERD. Enzim ini bersamaan dengan asam lambung naik hingga ke laring dan menyebabkan kerusakan pada mukosa laring. Saat terjadi, kamu mungkin merasakan gejala layaknya suara serak dan batuk kronis. Dalam tahap lebih parah, pengidapnya juga dapat mengalami spasme laring dan kanker laring. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui berbagai masalah yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan enzim pepsin. Jika kamu mengalami salah satu gangguan tersebut, ada baiknya untuk mengetahui penyebabnya sehingga dapat diatasi. Apabila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin masalah yang lebih berbahaya dapat terjadi. Referensi NCBI. Diakses pada 2021. Physiology, Pepsin. Peptest. Diakses pada 2021. Reflux the role of Pepsin explained. Britannica. Diakses pada 2021. Pepsin.
Masalah kesehatan yang berkaitan enzim pepsin Peran enzim pepsin dalam proses pencernaan sangat penting. Oleh sebab itu, kekurangan atau kelebihan pepsin dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan. Berikut ini adalah sejumlah masalah kesehatan yang berkaitan dengan enzim pepsin. 1. Refluks laringofaring LPR Refluks laringofaringeal atau refluks diam adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan saluran untuk menelan dan sampai ke tenggorokan saluran bernapas. Penjelasan dari buku Physiology, Pepsin 2022 hal ini disebabkan tingginya asam dan enzim pepsin di dalam lambung. Kondisi ini mirip seperti refluks asam lambung atau GERD. Sfingter esofagus otot pemisah lambung dengan esofagus bagian bawah yang lemah memungkinkan asam lambung mengalir kembali refluks dari lambung ke kerongkongan. Jika sfingter esofagus bagian atas gagal menahan asam lambung naik, cairan lambung dapat mencapai laring di tenggorokan. Di laring, asam klorida dan pepsin dapat merusak struktur penting, seperti pita suara. 2. Hipoklorhidria Hipoklorhidria adalah kondisi saat pasien kekurangan asam lambung. Jika Anda tidak memiliki cukup asam lambung, tubuh juga tidak bisa menghasilkan pepsin dalam jumlah yang cukup. Ini akan membuat Anda tidak dapat mencerna makanan dengan baik atau menyerap nutrisi, terutama protein. Hal ini kemudian menyebabkan gangguan pencernaan, malnutrisi, dan terkadang pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan di dalam lambung. Asam klorida dan enzim pepsin memainkan peran penting dalam pencernaan dan kekebalan tubuh. Ini membantu memecah protein dan menyerap zat gizi penting, serta membantu mengendalikan virus dan bakteri yang mungkin menginfeksi perut Anda. 3. Tukak lambung Tukak lambung juga bisa disebabkan oleh produksi asam lambung dan enzim pepsin yang berlebihan. Gangguan pencernaan ini terjadi ketika asam lambung di saluran pencernaan mengiritasi permukaan bagian dalam lambung atau usus kecil. Asam lambung yang meningkat dapat membuat luka terbuka yang menyakitkan serta perdarahan. Pada dasarnya, saluran pencernaan Anda dilapisi dengan lapisan lendir yang biasanya melindungi terhadap asam. Namun, jika jumlah asam lambung dan pepsin meningkat atau jumlah lendir berkurang, Anda bisa mengalami maag yang kemudian berakibat tukak lambung. Gejala tukak lambung yang paling umum adalah nyeri perut yang membakar. Rasa sakit mungkin memburuk di antara waktu makan atau di malam hari. 4. Malabsorbsi Saat Anda kekurangan pepsin, Anda mungkin akan mengalami malabsorbsi protein. Malabsorpsi protein adalah pada gangguan dalam proses penyerapan zat protein pada sistem pencernaan. Malabsorbsi protein dapat mengakibatkan tubuh kekurangan protein. Padahal, protein adalah bahan pembangun otot, kulit, enzim dan hormon, dan berperan penting pada jaringan tubuh. Saat tubuh mengalami malabsorbsi protein, Anda mungkin memiliki rambut kering, rambut rontok, atau penumpukan cairan. Penumpukan cairan juga mengakibatkan edema, yakni seperti pembengkakan pada kaki atau bagian tubuh lainnya. Enzim membantu proses pencernaan kimiawi di sistem pencernaan. Letak enzim pepsin sendiri berada di dalam lambung bersamaan dengan asam lambung. Enzim ini membantu tubuh Anda memecah protein menjadi asam amino yang mudah diserap oleh tubuh. Anda dapat menjaga kadar pepsin dalam tubuh dengan menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat.
Enzim pepsin adalah salah satu jenis enzim pencernaan. Enzim yang terdapat di lambung ini memiliki peran yang sangat penting dalam proses pencernaan dan penyerapan protein dalam makanan. Kekurangan atau kelebihan enzim pepsin dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Segera setelah makanan masuk ke dalam mulut, lambung akan memproduksi cairan lambung. Cairan ini terdiri dari air, lendir, elektrolit, enzim pencernaan, dan asam hidroklorik atau yang disebut juga asam lambung. Asam hidroklorik inilah yang berfungsi mengubah pepsinogen, yaitu zat yang dibuat oleh sel-sel di lapisan dinding lambung, menjadi enzim pepsin. Fungsi Enzim Pepsin Fungsi utama enzim pepsin adalah memecah struktur protein yang ada di dalam makanan menjadi asam amino. Hal ini berguna untuk mempermudah penyerapan nutrisi di dalam usus. Proses pemecahan protein tersebut baru akan terjadi jika kadar asam atau pH di lambung berada di kisaran 1,5 hingga 2. Enzim pepsin tidak akan bekerja jika pH lambung berada di atas 4. Masalah Kesehatan Akibat Kelebihan atau Kekurangan Enzim Pepsin Enzim pepsin berperan penting dalam proses pencernaan. Oleh karena itu, jika kadarnya kurang atau justru terlalu banyak, akan menyebabkan kerja sistem pencernaan menjadi tidak optimal. Masalah pada sistem pencernaan yang dapat muncul akibat kelebihan atau kekurangan enzim pepsin adalah Tukak lambung Ketika jumlah asam lambung dan enzim pepsin yang ada di dalam lambung berlebihan, mekanisme perlindungan dinding lambung dan usus akan bermasalah. Hal ini mengakibatkan mukosa atau dinding lambung dan usus halus terkikis dan tidak mampu mempertahankan diri dari asam lambung. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penyakit tukak lambung. Tukak lambung tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, jika ada, gejala yang ditimbulkan biasanya berupa nyeri di ulu hati, perut terasa perih dan panas, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, berat badan turun, hingga perdarahan di lambung. Untuk mengobati tukak lambung, fokus utamanya adalah dengan mengurangi zat asam di dalam lambung. Hal ini dilakukan dengan mengonsumsi obat penghambat asam lambung, obat pelindung lapisan dinding lambung dan usus halus, berhenti merokok, menghindari konsumsi alkohol, dan menjauhi makanan yang dapat meningkatkan asam lambung. Gangguan penyerapan protein Enzim pepsin berfungsi mengubah protein menjadi asam amino. Bila jumlah enzim pepsin kurang, proses tersebut akan terganggu dan penyerapan nutrisi dari makanan yang mengandung protein pun terhambat. Dalam waktu yang lama, kondisi ini dapat menyebabkan malnutrisi. Gejala malnutrisi bisa berupa diare kronis, berat badan yang terus menurun, rambut rontok, bengkak-bengkak di tubuh, sering terkena infeksi, mudah berdarah, dan luka yang sulit sembuh. Selain kedua penyakit di atas, gangguan enzim pepsin atau cairan lambung juga disebut dapat meningkatkan risiko seserang terkena penyakit lain, seperti gastritis atau radang lambung, gangguan tiroid, eksim, anemia, dan osteoporosis. Untuk mengatasi kekurangan enzim pepsin, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah Mengonsumsi suplemen atau obat yang dapat meningkatkan jumlah enzim pepsin Menjalani diet khusus yang dapat menambah produksi enzim pepsin Mengonsumsi suplemen yang dapat membantu melancarkan metabolisme Menjalani gaya hidup sehat, termasuk dengan tidak merokok atau minum alkohol, rutin berolahraga, dan mengurangi stres Apapun penyebabnya, gangguan kesehatan akibat masalah pada enzim pepsin adalah kondisi yang perlu diperiksakan ke dokter. Dokter akan menentukan diagnosis dan memberikan pengobatan sesuai penyebab gangguan tersebut.
Oops kata dicerna tidak ditemukan tapi belum tentu salah karena kata dicerna digunakan dalam beberapa contoh kalimat Kamus Besar Bahasa IndonesiaKata dicerna digunakan dalam kalimat KBBIReferensi dari KBBI pepton kalimat ke 1pepton /pépton/ n 1 hasil hidrolisis dr protein yg dapat larut dl air; 2 makanan yg telah dicerna atau dihancurkan oleh pepsinReferensi dari KBBI komik kalimat ke 1komik n cerita bergambar dl majalah, surat kabar, atau berbentuk buku yg umumnya mudah dicerna dan lucuReferensi dari KBBI laru kalimat ke 2laru tempe laru yg mengandung Rhizopus orizal, yg dl pertumbuhannya mampu memecah susunan kimia protein yg kompleks menjadi sederhana dan mudah dicerna setelah direbus dan setelah dingin, kacang kedele diberi campuran Referensi dari KBBI cerna kalimat ke 4tecerna v 1 dapat dicerna; 2 telah dihancurkan diserapkan dsb; 3 ki dapat dipahami;Referensi dari KBBI daya kalimat ke 21daya cerna kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yg diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yg terkandung dl bahan makanan, yg setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran;
Dikutip dari Wikipedia, Pepsin adalah enzim yang memecah protein menjadi peptida yang lebih kecil pepsin merupakan salah satu protease. Enzim ini diproduksi di lambung dan merupakan salah satu enzim pencernaan utama dalam sistem pencernaan manusia dan banyak hewan lainnya yang membantu mencerna protein dalam makanan. Pepsin memiliki struktur tiga dimensi, satu atau lebih rantai polipeptida terpelintir dan terlipat, menyatukan sejumlah kecil asam amino untuk membentuk situs aktif, tempat substrat berikatan dan reaksi terjadi. Pepsin merupakan protease aspartat, menggunakan aspartat katalitik pada situs aktifnya. Pepsin merupakan salah satu dari tiga protease utama dalam sistem pencernaan manusia, dua lainnya adalah kimotripsin dan tripsin. Selama proses pencernaan, enzim-enzim ini, yang masing-masing memiliki spesialisasi dalam memutuskan ikatan antara jenis asam amino tertentu, berkolaborasi untuk memecah protein makanan menjadi komponennya, yaitu peptida dan asam amino, yang dapat segera diserap oleh usus halus. Pepsin paling efisien dalam memutus ikatan peptida antara asam amino hidrofobik, khususnya asam amino aromatik seperti fenilalanin, triptofan, dan tirosin. Proenzim pepsin, pepsinogen, dilepaskan oleh sel utama pada dinding lambung, dan saat bercampur dengan asam klorida dari jus lambung, pepsinogen teraktifkan menjadi pepsin. Penggunaan enzim pepsin Pepsin komersial diekstraksi dari lapisan kelenjar lambung babi. Pepsin merupakan komponen renet yang digunakan untuk menggumpalkan susu selama pembuatan keju. Pepsin digunakan untuk berbagai aplikasi dalam pembuatan makanan, yaitu untuk memodifikasi dan memberikan kualitas pembuihan pada protein kedelai dan gelatin, mengubah protein nabati yang digunakan dalam makanan ringan nonsusu, membuat sereal mentah menjadi sereal panas instan, dan menyiapkan protein hewani dan hidrolisat nabati untuk digunakan dalam penyedap makanan dan minuman. Pepsin digunakan dalam industri kulit untuk menghilangkan rambut dan jaringan sisa dari kulit dan dalam pemulihan perak dari film fotografi tak terpakai dengan mencerna lapisan gelatin yang mengandung perak.[ Pepsin secara historis merupakan zat aditif pada permen karet Beemans Gum oleh Dr. Edward E. Beeman. Pepsin biasa digunakan dalam pembuatan fragmen Fab’2 dari antibodi. Dalam beberapa pengujian, lebih baik hanya menggunakan bagian pengikatan antigen Fab dari antibodi. Untuk aplikasi ini, antibodi dapat dicerna secara enzimatik untuk menghasilkan fragmen antibodi baik Fab maupun Fab’2. Untuk menghasilkan fragmen Fab’2, IgG dicerna dengan pepsin, yang memotong rantai berat di dekat daerah engsel. Satu atau lebih ikatan disulfida yang bergabung dengan rantai berat di daerah engsel dipertahankan, sehingga kedua daerah Fab dari antibodi tetap bergabung bersama, menghasilkan molekul divalen mengandung dua tempat pengikatan antibodi, sebagai penandaan Fab’2. Rantai ringan tetap utuh dan melekat pada rantai berat. Fragmen Fc dicerna menjadi peptida kecil. Fragmen Fab dihasilkan oleh pemotongan IgG dengan papain, bukan pepsin. Papain memotong IgG di atas daerah engsel yang mengandung ikatan disulfida yang bergabung dengan rantai berat, tetapi berada di bawah lokasi ikatan disulfida antara rantai ringan dengan rantai berat. Pemotongan ini menghasilkan dua fragmen Fab monovalen terpisah mengandung satu tempat pengikatan antibodi tunggal dan fragmen Fc utuh. Fragmen dapat dimurnikan dengan filtrasi gel, pertukaran ion, atau kromatografi afinitas. Fragmen antibodi Fab dan Fab’2 digunakan dalam sistem pengujian yang menimbulkan masalah jika terdapat wilayah Fc. Pada jaringan seperti kelenjar getah bening atau limpa, atau dalam preparat darah periferal, sel dengan reseptor Fc makrofag, monosit, limfosit B, dan sel pembunuh alami dapat mengikat wilayah Fc dari antibodi utuh, menyebabkan pewarnaan latar belakang pada daerah yang tidak mengandung antigen target. Penggunaan fragmen Fab’2 atau Fab mampu memastikan antibodi tersebut mengikat antigen dan bukan reseptor Fc. Fragmen ini mungkin juga digunakan untuk pewarnaan preparat sel dengan adanya plasma karena mereka tidak mampu mengikat komplemen sehingga dapat melisiskan sel. Fragmen Fab’2, dan Fab pada tingkat yang lebih tinggi, memungkinkan lokalisasi antigen target yang tepat, yaitu pada pewarnaan jaringan untuk mikroskop elektron. Divalensi fragmen Fab’2 memungkinkannya untuk menghubungkan antigen, penggunaan untuk pengujian presipitasi, agregasi seluler melalui antigen permukaan, atau pengujian roset. Fungsi Pepsin Di dalam tubuh, pepsin membantu proses pencernaan makanan. Dalam hal ini, pepsin berperan dalam proses pemecahan protein yang berasal dari makanan. Proses pemecahan protein oleh pepsin terjadi di dalam perut lambung. Pepsin mengubah protein menjadi peptida-peptida penyusunnya yang berukuran lebih kecil. Fungsi pepsin tersebut sebenarnya adalah mempercepat reaksi pemecahan protein menjadi peptida penyusunnya. Dari hal itu bisa kita lihat bahwa enzim pepsin aktif dalam suasana asam yang berkisar pada temperatur tubuh, yaitu antara 37 hingga 42 derajat Celcius. Aktivitas optimal enzim pepsin pada suasana pH rendah asam, hal itu berbeda dengan enzim-enzim tubuh pada umumnya yang aktif pada suasana netral pH sekitar 7. Dalam memecah protein, enzim pepsin memiliki spesialisasi untuk memecah ikatan peptida pada protein sehingga molekul-molekul besar penyusunnya akan dihasilkan. Pada saat ini protein dipecah oleh enzim Pepsin menjadi molekul-molekul yang lebih kecil jika dibandingkan ukuran protein sebelum dicerna. Meski telah dipecah oleh pepzin, namun protein belum sepenuhnya pecah sempurna, karena sebenarnya hanya 20% dari ikatan peptida atau ikatan amida pada protein yang dikatalisis pemecahannya oleh enzim Pepsin. Oleh karena itu, enzim protease lain masih diperlukan untuk memecah protein menjadi molekul-molekul asam amino sederhana. Di sinilah, tripsin dan kimotripsin mengambil alih. Molekul-molekul protein yang telah dipecah enzim Pepsin yang berasal dari lambung selanjutnya akan menuju usus halus. Di usus halus itulah, kimotripsin dan tripsin akan memecah molekul protein menjadi molekul yang berkuran lebih kecil lagi, sehingga dapat diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh. Struktur Enzim Pepsin Pada dasarnya, protein merupakan polimer besar yang bergabung dengan ikatan peptida. Ikatan peptida adalah hubungan amida yang bergabung dengan gugus amino dari satu asam amino dengan gugus karboksil lain. Protein terdiri dari beberapa jenis asam amino, dengan perbedaan berada di sifat kimia rantai samping. Ketika banyak asam amino yang bergabung dengan cara ini, itu mengarah pada pembentukan peptida. Polipeptida terbentuk ketika ratusan asam amino bergabung dengan cara ini. Dalam kasus protein, satu atau lebih rantai polipeptida yang diikat bersama oleh interaksi non-kovalen. Mereka memiliki N-terminus, di mana gugus amino dari asam amino akhirnya dihapus linknya, dan C-terminal, di mana gugus karboksil dari asam amino akhir adalah unlinked. Pepsinogen memiliki tambahan asam amino pada 44 N-terminus. Selama transformasi pepsinogen menjadi pepsin, 44 asam amino ini dirilis. Sementara pepsin memiliki residu asam amino esensial yang lebih sedikit, memiliki 44 residu asam. Ini adalah alasan mengapa tetap stabil pada pH yang sangat rendah. Untuk mencegah pencernaan sendiri, pepsin harus disimpan pada suhu yang sangat rendah yang berkisar antara -80 ° C dan -20 ° C. Pepsin menghidrolisis ikatan peptida protein, memecah mereka ke fragmen polipeptida kecil. Hal ini aktif dalam kondisi yang asam yang disediakan oleh adanya asam lambung dalam perut. PH rendah perut disebabkan oleh sekresi HCl oleh kelenjar lambung. Keasaman lambung yang kuat mendenaturasi protein dari makanan yang dicerna, sehingga meningkatkan pemaparan dari ikatan peptida dari protein. Pepsin bekerja paling baik pada keasaman asam lambung yang normal, yang memiliki pH yang berkisar antara 1,5 dan 2,5. Harus dicatat bahwa reaksi untuk konversi pepsinogen menjadi pepsin membutuhkan nilai pH kurang dari 5. Pepsin tidak efektif dalam usus, seperti asam lambung yang dinetralkan, dengan nilai pH menjadi 7. Penelitian laboratorium telah menunjukkan bahwa pepsin yang paling efisien dalam membelah ikatan yang melibatkan asam amino aromatik yang mencakup fenilalanin, triptofan, dan tirosin. Pada catatan penutup, impuls dari saraf vagus, serta sekresi gastrin dan hormon sekretin merangsang pelepasan pepsinogen ke dalam lambung, di mana ia dicampur dengan asam klorida dan cepat diubah menjadi enzim pepsin. Harus dicatat bahwa pepsin hanya terlibat dalam degradasi parsial protein. Situs utama pencernaan protein adalah usus, dimana tripsin, kimotripsin disekresi oleh pankreas, dan lain-lain bekerja pada pencernaan protein, dengan demikian memecah mereka menjadi peptida, yang pada gilirannya diubah menjadi asam amino.
makanan yg telah dicerna oleh pepsin