sahabat wanita yang meriwayatkan hadits tentang membaca kalimat tarji adalah
Tidakjarang mereka meriwayatkan hadis secara langsung dari Rasulullah Saw. Ibn Ishaq, misalnya, menyebut tidak kurang dari lima puluh perempuan yang berstatus sebagai sahabat telah terlibat dalam periwayatan hadis (hlm. 6). Penulis buku ini menunjukkan bahwa jumlah sahabat perempuan yang meriwayatkan hadis adalah sejumlah 132 orang.
Bacajuga: Adab Dalam Meriwayatkan Hadits. Secara umum, sahabat yang paling akhir wafat adalah Abu ath-Thufail ' Amir ibn Wa'ilah al-Laitsiy, yang wafat tahun 110 H di Makkah. Sedang yang terakhir wafat di Madinah adalah as-Sa'ib ibn Yazid ibn Sa'id al-Kindiy, yang wafat tahun 91 H, dan ada yang mengatakan sebelum itu.
Dalamperiwayatannya, hadits Rasulullah diajarkan secara sambung-menyambung sejak generasi sahabat hingga generasi selanjutnya. Ulama sepakat bahwa hadits yang diriwayatkan dengan rangkaian lafaz yang dituturkan persis sebagaimana yang diucapkan langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah yang terbaik. Tak ada lafaz dari Nabi yang diganti, apalagi dikurangi dan ditambahi.
Haditsyang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah ini mencapai 1540 hadits. Sosok ini adalah seorang pemuda di masa Anshar yang bersama bapaknya mengikuti bai'at Aqabah. Jabir ini menurut para sejarawan dicatat sebagai sahabat yang paling akhir meninggal di Madinah. Demikianlah para sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi.
Beliauwafat di Kota Thaif di usia 71 tahun. 6. Jabir bin Abdillah 1540 hadis. Sahabat Anshar ini adalah pembela Rasulullah sejak langkah pertama Rasul di Kota Madinah. Seringnya beliau menghadiri majelis Rasulullah di Masjid Nabawi dengan ingatannya yang kuat membuat beliau meriwayatkan banyak hadis.
Sites De Rencontres Gratuits Pour Séniors. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID AapAKHR3pgUNOgq44cz_HqWrYoCNSD-7a2eS1mdklontVpzGHMSyPg==
sahabat wanita yang meriwayatkan hadits tentang membaca kalimat tarji adalah1. sahabat wanita yang meriwayatkan hadits tentang membaca kalimat tarji adalah2. sahabat wanita yang meriwayatkan hadits tentang tarji adalah3. sahabat wanita yang meriwayatkan hadis tentang membaca kalimat tarji adalah?4. sahabat yang meriwayatkan hadits tentang menyayangi anak yatim ialah5. 1. Tulit kan kalimat manfaat membaca kalimat tarji6. sebutkan sahabat sahabat nabi yang banyak meriwayatkan hadits7. sahabat yang meriwayatkan hadis 1660 hadits adalah8. Hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi baik dari kalangan sahabat maupun generasi sesudahnya dan sepakat tidak berdusta adalah pengertian dari hadits ….9. kandungan hadits riwayat muslim dari sahabat abu hurairah ra? 10. Sahabat yang meriwayatkan hadits tentang do'a ketika ditimpa musibah adalaha.11. siapakah sahabat yang meriwayatkan hadits sebanyak 2630?12. Sahabat yang masuk 5 besar perawi hadits dan jelaskan berapa hadits yang di riwayatkan13. bahasa, tarji' artinya? urusan makhluk telah diatur oleh sang? yg bernyawa pasti akan merasakan...... wanita yg meriwayatkan hadis tentang membaca kalimat tarji' adalah... yg berarti azab Allah, diberikan kepada...bantu jawab kak!! 14. sahabat yang meriwayatkan hadits keutamaan orang yang berilmu ialah15. siapakan sahabat dari kalangan laki laki yg paling banyak meriwayatkan hadits16. Hadits tentang amal sholeh dari sahabat Abu Hurairoh diriwayatkan oleh Imam...17. 10 sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits18. Seorang sahabat yang meriwayatkan kurang lebih hadits adalah …….19. arti dari hadits ke-5 yang diriwayatkan oleh sahabat nabi 20. 1 apa yang dimaksud kalimat tayyibah tarji? 2Sebutkan arti kalimat tayyibah tarji? 3Sebutkan waktu Yang tepat dalam membaca kalimat tarji? 4Jelaskan hikmah membaca kalimat tayyibah tarji! 1. sahabat wanita yang meriwayatkan hadits tentang membaca kalimat tarji adalahJawabanUmmu Salamah maap salah 2. sahabat wanita yang meriwayatkan hadits tentang tarji adalahJawabanUmmu SalamahPenjelasanMaaf klo salah Lko benar alhamdulilah 3. sahabat wanita yang meriwayatkan hadis tentang membaca kalimat tarji adalah?JawabanUmmu Salamah membantu 4. sahabat yang meriwayatkan hadits tentang menyayangi anak yatim ialahJawabanAbu Ya'la dan Thobrani, Shahih At Targhib Al AlbaniPenjelasanKlo salah maaf banget ya 5. 1. Tulit kan kalimat manfaat membaca kalimat tarjiPenjelasanFYAN1440WITHBRAINLY________________________======> Mengetahui bahwa segala sesuatu pasti kembali kehadapannya• Menjadi lebih sabar dalam menghadapi cobaan dari allah• Tidak merasa kehilangan atas apa yang Allah ambil terhadap kitadirumahaja 6. sebutkan sahabat sahabat nabi yang banyak meriwayatkan haditsJawabanabu Hurairah,Penjelasanmaaf klo salahJawabanAbu Hurairah 5374 hadis. ...Abdullah bin Umar 2630 hadis. ...Anas bin Malik 2286 hadis. ...Aisyah binti Abi Bakr 2210 hadis. ...Abdullah bin Abbas 1660 hadis. ...Jabir bin Abdillah 1540 hadis. ...Abu Said Al Khudri 1170 hadisPenjelasan maaf kalo salah 7. sahabat yang meriwayatkan hadis 1660 hadits adalahJawabanAbu HurairahPenjelasanmaaf kalo salah 8. Hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi baik dari kalangan sahabat maupun generasi sesudahnya dan sepakat tidak berdusta adalah pengertian dari hadits ….JawabanHadist MutawattirPenjelasan 9. kandungan hadits riwayat muslim dari sahabat abu hurairah ra? jawabannya sahih semoga dapat membantu 10. Sahabat yang meriwayatkan hadits tentang do'a ketika ditimpa musibah adalaha.Penjelasansemoga membantu yaa kak 11. siapakah sahabat yang meriwayatkan hadits sebanyak 2630?JawabanAbdullah bin umar radhiyallahu anhuma 12. Sahabat yang masuk 5 besar perawi hadits dan jelaskan berapa hadits yang di riwayatkanPenjelasan1. Imam an Nawawi = 40 hadist2. Bukhori3. At tirmidzi4. Muslim5. Abu HurairahSahabat yg meriwayatkan hadist sebenarnya ada banyak, namun yg terkenal hanya 5 orang tersebut. Dan hadist mereka masih digunakan hingga membantu 13. bahasa, tarji' artinya? urusan makhluk telah diatur oleh sang? yg bernyawa pasti akan merasakan...... wanita yg meriwayatkan hadis tentang membaca kalimat tarji' adalah... yg berarti azab Allah, diberikan kepada...bantu jawab kak!! Jawaban1. Melebihi sesuatu2. Pencipta yaitu allah swt3. Mati4. Ustadz ma'ruf yg berbuat keburukan serta slalu melalaikan kewajiban nya dalam beribadah kepada allah, tidak mengerjakan amal kebaikan, dan allah tidak suka dengan hal itu maka ketika allah murka dia pasti menurunkan azab /siksa nya. PenjelasanSemogamembantu...TolongdiMaafkanyhkalojawabannyasalah 14. sahabat yang meriwayatkan hadits keutamaan orang yang berilmu ialah Ibnu Daud dan Tirmizi 15. siapakan sahabat dari kalangan laki laki yg paling banyak meriwayatkan haditsJawabanbukhari dan muslimatau attirmidziantara dua ituada jawaban nya tapi saya lupa 16. Hadits tentang amal sholeh dari sahabat Abu Hurairoh diriwayatkan oleh Imam...Jawabanimam tirmizi dan annasai 17. 10 sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits tirmidzi ,abu dawud ,HR muslim mungkin itu maaf kalo salah 18. Seorang sahabat yang meriwayatkan kurang lebih hadits adalah …….JawabanAbu HurairahPenjelasanSahabat asal Yaman ini hanya 4 tahun bersama Rasulullah, namun seluruh hidupnya ia wakafkan untuk mengabadikan semua perkataan Rasulullah dalam hafalannya yang sangat kuat. Tempat tinggalnya di Masjid Nabawi memungkinkan Abu Hurairah meriwayatkan sampai 5374 hadis. Beliau wafat di Madinah pada era Kekhalifahan Muawiyah bin Abi seluruh hidupnya bersama Nabi Muhammad, Abu Hurairah adalah salah satu perawi hadist yang meriwayatkan paling banyak hadist. Tercatat dari beberapa sumber, ada hadist yang telah beliau riwayatkan. Beliau turut ikut serta dalam perang bersama Nabi Muhammad SAW atas nama Allah SWT. 19. arti dari hadits ke-5 yang diriwayatkan oleh sahabat nabi “Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah Radhiyallahu Anha dia berkata Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda “Siapa yang mengada-ada dalam urusan agama kami ini yang bukan bagian darinya, maka dia tertolak.” Riwayat Bukhari dan Muslim, dalam riwayat Muslim disebutkan “Siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka dia tertolak.” 20. 1 apa yang dimaksud kalimat tayyibah tarji? 2Sebutkan arti kalimat tayyibah tarji? 3Sebutkan waktu Yang tepat dalam membaca kalimat tarji? 4Jelaskan hikmah membaca kalimat tayyibah tarji!Jawaban Thayyibah Tarji' Kalimat tarji' adalah kalimat yang menyatakan pengakuan dengan tulus bahwa kita akan kembali menghadap Allah. Kalimat tarji' adalah innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn artinya “Sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya-lah kita akan kembali”. Tarji' adalah inna lillahi wa inna ilaihi raji'un artinya “Sesungguhnya kita adalah milikAllah,dankepada-Nya-lah saat mendengar atau mengetahui ada orang yang meninggal saat melihat bangunan atau rumah yang saat kehilangan sesuatu barang yang kita miliki atau barang yang orang lain saat mengetahui terjadinya bencana membaca kalimat tarji' adalah mendapat keberkatan kebaikan yang sempurna dari Allah, mendapat rahmat karunia dan nikmat dari Allah, dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, dan terhindar dari sifat sombong dan angkuhPenjelasansemogamembantu
Ada beberapa pelajaran penting yang bisa diambil dari pernikahan Nabi dengan sebelas istri beliau yang telah diterangkan sebelumnya Pertama Dalam memilih istri, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memprioritaskan untuk memilih agamanya yang baik termasuk akhlaknya. Walaupun beliau punya pertimbangan melihat dari sisi nasab kehormatan dan kecantikan seperti pada saat menikahi Shafiyyah binti Huyay. Begitu pula alasan para wanita menerima Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah karena akhlak beliau yang begitu mulia. Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam anjurkan untuk memilih yang bagus agamanya sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ “Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi.” HR. Bukhari, no. 5090 dan Muslim, no. 1466 Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, ia pernah berkata, تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً فِى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَلَقِيتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا جَابِرُ تَزَوَّجْتَ ». قُلْتُ نَعَمْ. قَالَ بِكْرٌ أَمْ ثَيِّبٌ ». قُلْتُ ثَيِّبٌ. قَالَ فَهَلاَّ بِكْرًا تُلاَعِبُهَا ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِى أَخَوَاتٍ فَخَشِيتُ أَنْ تَدْخُلَ بَيْنِى وَبَيْنَهُنَّ. قَالَ فَذَاكَ إِذًا. إِنَّ الْمَرْأَةَ تُنْكَحُ عَلَى دِينِهَا وَمَالِهَا وَجَمَالِهَا فَعَلَيْكَ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ » “Aku pernah menikahi seorang wanita di masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Lalu aku bertemu dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau pun bertanya, “Wahai Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Ia menjawab, “Iya sudah.” “Yang kau nikahi gadis ataukah janda?”, tanya Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Aku pun menjawab, “Janda.” Rasul shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku.” Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang baik agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.” HR. Muslim, no. 715 Dan ingatlah wanita yang baik pasti mendapatkan laki-laki yang baik, الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula.” QS. An-Nuur 26 Adapun manfaat dari menikah dengan yang shalih/shalihah adalah bisa mengambil manfaat dari akhlak, bisa mendapatkan keberkahan kebaikan yang banyak, bisa mendapatkan manfaat dari cara dia beragama dan aman dari berbagai mafsadat. Lihat Syarh Shahih Muslim, 1050. Kedua Istri-istri Nabi terkenal sangat mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Contohnya adalah Saudah binti Zam’ah dan Zainab binti Jahsy. Setelah berhaji bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau memerintahkan kepada istri-istrinya untuk berdiam di rumah, tidak berhaji lagi setelah itu. Mereka berdua juga menjalankan firman Allah, وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” QS. Al-Ahzab 33 Ketiga Istri-istri Nabi terkenal rajin ibadah. Contohnya, Juwairiyyah dikenal rajin ibadah dan rajin berdzikir. Sehabis Shubuh ia punya kebiasaan berdiam di masjidnya, menyibukkan diri dengan dzikir hingga matahari meninggi hingga siang. Keempat Istri-istri Nabi terkenal cerdas. Di antaranya, Aisyah radhiyallahu anha. Ia berada pada urutan keempat dari sisi riwayat hadits dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Abu Hurairah meriwayatkan 5374 hadits. Ibnu Umar meriwayatkan 2630 hadits. Anas bin Malik meriwayatkan 2286 hadits. Aisyah sendiri meriwayatkan 2210 hadits. Aisyah memiliki keistimewaan tersendiri karena mendapatkan hadits dengan langsung menukil dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Hal ini berbeda dengan para sahabat yang lain yang meriwayatkan satu sama lain. Kebanyakan hadits yang diriwayatkan Aisyah adalah mengenai sunnah fi’liyah yaitu ajaran berupa perbuatan atau praktik Nabi shallallahu alaihi wa sallam secara langsung. Kecerdasan dari Aisyah diketahui dari bagaimanakah dhabith-nya dalam meriwayatkan hadits. Yang dimaksud dhabith adalah ketelitian dan kuatnya hafalannya. Sampai-sampai dikatakan oleh Abu Musa, “Tidaklah kami para sahabat Nabi mendapatkan kebingungan mengenai suatu hadits melainkan kami akan mendatangi Aisyah dan kami akan mendapatkan ilmu darinya.” HR. Tirmidzi, no. 3883. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Kelima Mau menerima keadaan suami apa adanya atau narimo qana’ah Ubaid bin As-Sabbaq menyatakan bahwa Juwairiyyah—istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam—pernah mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menemuinya lalu menanyakan, “Apakah ada makanan di rumah?” Ia menyatakan, “Tidak ada wahai Rasulullah, kami tidak memiliki makanan selain tulang kambing yang didapat dari bekas budakku dan itu dari harta sedekah.” HR. Muslim, no. 1806 Keutamaan sifat qana’ah disebutkan dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ “Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan Allah memberikan sifat qana’ah atas apa yang diberikan kepadanya.” HR. Muslim, no. 1054. Keenam Sabar dalam menghadapi fitnah dan tuduhan yang tidak benar seperti kasus Aisyah yang dituduh selingkuh. Ketujuh Mengajarkan itsar seperti Saudah memberikan jatah malamnya kepada istri yang paling dicintai Nabi yaitu Aisyah. Yang dimaksud itsar adalah mendahulukan yang lain dari diri sendiri dalam urusan duniawiyah berharap pahala akhirat. Kedelapan Punya sifat takwa dan wara’. Istri Nabi seperti Ummu Salamah punya kebiasaan memperbanyak istighfar, ini menunjukkan ketakwaannya. Contoh sifat wara’ pada Zainab binti Jahsy. Ketika Zainab ditanya tentang Aisyah mengenai fitnahan selingkuh haditsul ifki, Zainab menjawab, “Wahai Rasulullah! Aku menjaga pendengaran dan penglihatanku. Demi Allah, yang aku tahu dia hanyalah baik.” HR. Bukhari, no. 2661 dan Muslim, no. 2770 Dalam Madarij As-Salikin, Ibnul Qayyim menyatakan, “Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menghimpun sifat wara’ dalam satu kalimat yaitu dalam sabda beliau, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang yaitu meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” Kesembilan Di antara istri Nabi ada yang dikenal dengan Ummul Masakin seperti Zainab binti Khuzaimah dan Zainab binti Jahsy digelari Ma’wal Masakin karena banyak bersedekah kepada orang-orang miskin. Kesepuluh Membela istri dan berhusnuzan kepadanya Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, “Aku berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Cukup sudah engkau berkata tentang Shafiyyah seperti ini dan itu, ia itu wanita yang pendek sambil berisyarat dengan jari.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun bersabda, لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ “Sungguh engkau telah mengatakan suatu perkataan yang andai saja tercampur dengan air laut, kalimat itu akan mengotorinya.” HR. Abu Daud, no. 4875 dan Tirmidzi, no. 2502. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Tidak boleh suami mencari-cari kesalahan istri. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, ia berkata, نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلاً يَتَخَوَّنُهُمْ أَوْ يَلْتَمِسُ عَثَرَاتِهِمْ “Rasulullah shallallahu alihi wa sallam melarang seseorang mendatangi istrinya di malam hari untuk mencari-cari tahu apakah istrinya berkhianat kepadanya atau untuk mencari-cari kesalahannya” HR. Muslim, no. 715 Dari Jabir radhiyallahu anhu pula, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُمْ لَيْلاً فَلاَ يَأْتِيَنَّ أَهْلَهُ طُرُوْقًا حَتَّى تَسْتَحِدَّ الْمَغِيْبَةُ وَتَمْتَشِطَ الشَّعِثَةُ “Jika salah seorang dari kalian datang pada malam hari maka janganlah ia mendatangi istrinya. Berilah kabar terlebih dahulu agar wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya dan menyisir rambutnya.” HR. Bukhari, no. 5246 dan Muslim, no. 715 Masing-masing pasangan tentu tidak ada yang sempurna sehingga perlu memahami kekurangan satu dan lainnya, lalu terus memperbaiki diri. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا آخَرَ “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika si pria tidak menyukai suatu akhlak pada si wanita, maka hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridhai.” HR. Muslim, no. 1469. Semoga menjadi pelajaran berharga. Wallahu waliyyut taufiq. — Disusun di Perpus Rumaysho, 16 Jumadal Ula, Jumat pagi Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel
- Ketika Rasulullah SAW wafat para sahabat dan shahabiyah lah yang memberikan keputusan atau fatwa dengan menggunakan hadist-hadits Rasulullah SAW. Hadits-hadits Rasulullah dipelihara para sahabat laki dan perempuan shahabiyah dengan cara dihafalSahabat yang paling banyak hafal hadi Rasulullah ialah Abu Hurairah dan di golongan perempuan adalah Aisyah istri Rasulullah. Selain istri Rasulullah Aisyah yang banyak hafal hadist, Atikah binti Yazid bin Nufail juga banyak hafal hadist. Atikah adalah shahabiyah yang mulia, keturunan Quraisy, dan saudari Said bin Zaid, salah satu dari 10 orang yang telah dijamin masuk surga. Ibunya Atikah binti Zaid bin Amru bin nufail adalah Ummu Kuraiz binti Al Malik Muhammad bin Hamid dalam bukunya '150 Perempuan Shalihah Teladan Muslimah Sepanjang Masa' menukilkan, di kalangan para perempuan Quraisy, Atikah binti Zaid terkenal sebagai seorang penyair yang fasih. Dia juga pandai berinteraksi dan cerdas. Selain itu, Atikah binti Zaid memiliki paras yang cantik dan pemikiran yang cemerlang. Atikah tidak asing dalam ilmu dan riwayat hadits. Sebab ia hidup semasa tabi'in, masa yang sangat menggiatkan ilmu hadist. Atikah termasuk orang yang mendaptkan ilmu dari mulut para ulama yang mendapaatkan riwayat dari sahabat dan para tabiin senior. Atikah mempunya andil besar dalam periwayatan hadits. Atikah memiliki peran dalam hadits seperti disampaikan Abu Zurah saat menyebutkannya dalam katagori wanita ahli hadist yang fokus dan terdepan dalam bidang hadits."Termasuk orang yang mengajarkan hadis di Syam dari kalangan wanita adalah Atikah,"Sementara Ibnu Sumai memasukkannya dalam kitab Thabaqatnya dalam tingkatan generasi ketiga. Ibn Asakir mengatakan "Muhajir bin Amr bin Muhajir al-Anshar meriwayatkan hadis dari Atikah" Atikah dan para wanita di masanya tak terkejar dalam bidang sajah Atikah lebih jauh wawasannya, lebih banyak memberikan dan lebih tulus dalam membantu orang fakir miskin. Selain itu Atikah juga peka dalam masalah sosial lainnya, ia selalu mengamati kenestapaan yang dialami orang-orang fakir miskin dia melihat kesengsaraan yang mereka fakir miskin alami. Pekerjaan Atikah yang sering dilakukannya adalah, ia selalu memberikan pakaian kepada orang miskin dan menambal luka orang-orang yang sakit saat perang. Atikah tidak hanya berderma atas sesuatu yang kecil dari miliknya semata, tapi ia keluar membawa semua hartanya pada orang-orang fakir eluarga Abu lain Atikah adalah wanita yang hidup di masa tabiin ini paling kuat dalam pemerintahan, sebab ia memiliki mahram laki-laki sebanyak 12 Khalifah. Selain itu, termasuk wanita terhormat di masanya, dalam hal ilmu karena adab dan kemuliaan yang dimiliki hidupnya Atikah selalu memadukan antara semua keutamaan ibadah dalam satu sikap. Atikah, nama yang disematkan kepada adalah nama sebuah daerah di Damaskus yang terletkan di luar pintu masuk Al-Jabiya. Atikah bersama suaminya Abdul Malik bin Marwan hidup bahagia di Istana. Namun selang beberapa tahun Abdul Malik meninggal dunia yang meninggalkan Yazid dan Marwan. Dalam kondisi penuh kecukupan itulah Atikah dibesarkan dan menjalani seluruh kehidupannya di Damaskus. Namun, ini tak membuatnya melupakan kaum fakir misikin. Seperti diriwayatkan dalam buku 101 kisah Tabi'in. Suatu kali suaminya, Abdul Malik, mengusulkan kepadanya untuk menghibahkan hartanya yang berlimpah kepada Yazid dan Marwan, putra-putra mereka. Menurut suaminya, harta Atikah itu akan lebih berguna bagi anak-anaknya yang masih muda dibandingkan untuk dirinya sendiri. Awalnya Abdul Malik mengira istrinya akan menuruti sarannya. Bagaimana pun seorang ibu pasti rela memberi segalanya untuk anak-anaknya. Namun ternyata tidak demikian, Atikah telah memutuskan untuk apa harta yang dimilikinya. Dengan ringan ia mengatakan bahwa anak-anaknya menjadi tanggungan ayahnya dan karena ayahnya seorang khalifah tak ada kekhawatiran kalau mereka akan hidup kekurangan. Kelak, mereka pun akan menjadi khalifah yang berkecukupan secara materi. Maka Atikah memutuskan untuk memberikan seluruh hartanya kepada kepada fakir miskin dari kalangan Bani Sufyan. “Mereka lebih membutuhkan hartaku untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” kata tak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah harta pribadi Atikah. Kekayaan saja tak ada apa-apanya dibandingkan ilmu. Sejak belia, Atikah rajin menuntut ilmu. Dia banyak belajar dari banyak ulama, terutama dalam ilmu periwayatan hadits yang pada masa itu memang sedang giat kemudian termasuk wanita tabi’in yang meriwayatkan hadits. Murid-muridnya juga meriwayatkan hadits darinya. Demikianlah, ilmu dan kekayaan seolah berhimpun pada diri Atikah. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
- Salah satu akhlak terpuji dalam Islam adalah bersabar ketika tertimpa musibah. Semakin besar kesabaran seseorang, maka menunjukkan semakin kuat juga keimanannya di sisi Allah SWT. Musibah yang menimpa seorang muslim adalah bentuk kecintaan Allah SWT, sebagai ujian untuk menaikkan derajat keimanannya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya,” Bukhari. Di sisi lain, musibah bisa jadi merupakan bentuk teguran agar seorang muslim sadar mengenai dosa-dosanya. Melalui musibah, ia diminta untuk bermuhasabah, melakukan introspeksi diri. Jika memang ada kesalahan dan dosa yang telah dilakukan, maka ia harus segera bertaubat dan menyesali kesalahannya. Musibah itu dapat dalam bentuk bala besar atau kejadian ringan, mulai dari bencana alam, ditinggal wafat orang kesayangan, terjadi kecelakaan, kehilangan barang, terpeleset jatuh, dan lain sebagainya. Membaca Kalimat Thayyibah Tarji Ketika Tertimpa MusibahIslam mengajarkan kepada umatnya untuk membaca kalimat thayyibah tarji ketika tertimpa musibah, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika ia mengalami suatu kejadian buruk. Bunyi kalimat thayyibah tarji adalah sebagai berikut إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ Bacaan latinnya "Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râjiun."Artinya “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali." Versi lain dari kalimat thayyibah tarji, sebagaimana dilansir dari NU Online adalah sebagai berikut إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها Bacaan latinnya "Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râjiun. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ."Artinya “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.” Dalam bahasa Arab, kalimat thayyibah adalah kalimat yang baik. Sementara itu, tarji' artinya ungkapan kembali. Maksud dari kalimat thayyibah tarji' bahwasanya seorang muslim diajarkan untuk tidak mengumpat, menyalahkan keadaan, ataupun menentang kuasa Allah SWT. Ketika ditimpa musibah, ia tetap berkata baik thayyibah dan mengembalikan urusannya tarji kepada Allah, sebagai bentuk keimanan bahwa Allah SWT yang mengatur segala urusannya di muka bumi ini. Hikmah Mengucapkan Kalimat Thayyibah Tarji' Ungkapan tarji mengandung makna bahwasanya seorang muslim berserah diri atas takdir yang ditetapkan Allah SWT. Hal ini merupakan bentuk nyata dari salah satu rukun iman dalam Islam, yaitu iman kepada qada dan qadar. Hikmah mengucapkan kalimat thayyibah tarji ketika tertimpa musibah, sebagaimana tertera dalam sabda Rasulullah SAW adalah sebagai berikut “Tidaklah seorang hamba terkena musibah, kemudian ia berdoa, sesungguhnya kita kepunyaan Allah Swt dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah pahala dalam musibah ini dan berilah aku ganti yang lebih baik dari padanya. Kecuali Allah Swt akan memberikan pahala dalam musibahnya dan Allah SWT akan memberi ganti baginya yang lebih baik dari padanya,” Muslim. Selain itu, terdapat juga sejumlah hikmah lainnya dari mengucapkan kalimat thayyibah tarji' berikut ini, sebagaimana dikutip dari buku Akidah Akhlak 2019 yang ditulis Mahdum. Kalimat tarji merupakan bentuk kekhlasan dan tawakkal kepada Allah SWT. Bersabar atas ujian hidup. Mendapat keberkahan, serta diberi pahala atas musibah tersebut. Mendapat rahmat [karunia dan nikmat] dari Allah SWT, sebagai ganjaran atas kesabarannya itu. Mendapat petunjuk dari Allah SWT. Dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Terhindar dari sifat sombong dan angkuh. Baca juga Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Musibah dan Bencana, Termasuk Pandemi 3 Makna Bencana dalam Pandangan Islam Ujian, Hukuman, Azab - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno
sahabat wanita yang meriwayatkan hadits tentang membaca kalimat tarji adalah